Cemas Tak Sendiri: Lingkungan Hadir Mendampingi

Normalnya individu gugup atau cemas ketika hal-hal yang spesifik seperti wawancara kerja, bertemu dengan atasan, ujian, bertemu dengan orang baru, dan sebagainya. Ada kalanya cemas itu normal tapi apakah kalian tau kalau ada cemas yang tidak normal lho!

Mungkin kalian bisa berkenalan dengan yang namanya Anxiety Disorder atau Kecemasan Berlebih. Menurut mayoclinic Anxiety disorder merujuk pada kondisi di mana rasa cemas atau khawatir terasa berlebihan, sulit dikendalikan, dan berlangsung dalam waktu lama, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada loh individu dengan kondisi seperti ini di sekitar kita! Kondisi ini seringkali tidak sebanding dengan situasi yang sebenarnya terjadi. Contohnya seperti terlalu cemas pada penilaian orang sehari-hari, merasa khawatir direndahkan dan diperhatikan orang dimanapun, bahkan merasa cemas dan panik ketika sedang ada dalam keramaian.

Utamanya tentu ketika kita sudah merasakan hal seperti ini lebih baik langsung merujuk pada profesional, ya! Supaya psikolog atau psikiater bisa menyarankan terapi atau obat-obatan yang bisa menjadi penunjang menghadapi kecemasan. Namun sebagai makhluk sosial kita juga harus membantu teman atau pun keluarga kita yang mungkin memiliki tingkat kecemasan berlebih, sehingga mereka perlu support system yang baik dan kondusif.

Apa saja sih yang bisa lingkungan sosial bantu kepada mereka yang punya kecemasan berlebih?

  1. Membuat kelompok atau peer support dan dukungan emosional dari sesama efektif dalam membantu individu mengelola kecemasan dan stigma negatifnya. Kelompok dukungan ini memungkinkan berbagi pengalaman secara empatik dan membangun kepercayaan diri individu dengan kecemasan.
  2. Melakukan intervensi psikososial berdasarkan pendekatan holistik, seperti pada eco-anxiety—meliputi membangun ketangguhan dalam diri, mendorong tindakan, mengelola duka, bergabung dalam kelompok, serta menghubungkan diri dengan alam.
  3. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi, seperti bergabung ke dalam komunitas olahraga, komunitas membaca, dan beragam komunitas positif lainnya. Hal ini sangat membantu penderita anxiety disorder mengelola ketenangan—harapannya akan berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal di atas adalah contoh dari banyak hal yang bisa membantu individu dengan kecemasan berlebih. Perlu diketahui bahwa individu dengan anxiety disorder juga ingin dianggap sebagai manusia biasa seyogyanya. Namun terkadang mereka memiliki konflik dan kekhawatiran di dalam diri mereka sendiri—terlalu banyak berpikir sehingga mungkin menarik diri dan takut memulai obrolan. Hal ini bukan karena sengaja namun karena keadaan neurotransmitter otak yang memang perlu diperbaiki supaya tidak cemas—seperti GABA, dopamin, serotonin, hingga neropinefrin yang selalu memunculkan respon fight or flight secara berlebih.

Oleh karena itu ketika ada kolega kalian, teman, atau keluarga kalian yang memiliki anxiety disorder mungkin kalian bisa reach out mereka terlebih dahulu, sampai mereka terbiasa dan percaya diri kembali seperti sedia kala. Anyway don’t forget to make your mental health happy and healthy, fellas, thank you for reading!

Regards.

Yusril.

Tinggalkan komentar