
Perjalanan hidup seseorang di penghujung usia bukan hanya menjadi ujian bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang terdekat yang merawatnya. Para informal caregiver—biasanya anggota keluarga yang tidak menerima bayaran—memikul tanggung jawab besar: memastikan orang yang mereka cintai tetap nyaman, bermartabat, dan merasa aman di hari-hari terakhirnya. Peran ini sering kali membuat mereka mengesampingkan kebutuhan pribadi, baik secara fisik maupun emosional.
Namun, kisah para caregiver tidak berakhir ketika orang yang dirawat berpulang. Justru, setelah itu, mereka dihadapkan pada tantangan baru: kehilangan identitas, runtuhnya rutinitas harian, hingga perasaan hampa yang sulit diisi kembali. Beberapa merasa lega karena penderitaan orang terkasih telah berakhir, namun rasa lega itu bercampur dengan kesedihan mendalam dan kadang rasa bersalah yang panjang. Perubahan besar ini jarang mendapatkan perhatian yang serius dari lingkungan sosial apalagi dari layanan kesehatan maupun kebijakan publik di indonesia.
Artikel yang bersumber dari penelitian berjudul The Grieving Process and Reorganization: Experiences and Needs of Post-Caregivers After the Death of the Person Cared For karya Sandra Silva, Maria Manuela, dan Marcio Tavares hadir untuk memahami lebih dalam perjalanan para mantan caregiver setelah masa perawatan berakhir—bagaimana mereka menata ulang hidup, mengatasi duka, dan membangun kembali kesehatan fisik serta mental.
Tinjauan literatur mengungkap bahwa masa setelah “merawat” adalah periode yang rumit, periode yang penuh dengan ambivalensi emosi, dan membutuhkan dukungan yang tak henti. Survei menggunakan Health-Promoting Lifestyle Profile II menunjukkan bahwa meskipun sebagian mantan caregiver memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan normalnya kembali setelah masa merawat mendiang berakhir, banyak yang terhambat oleh kelelahan fisik, tekanan emosional, dan rasa kehilangan tujuan, dan fase-fase tersebut dapat berangsur lama hingga tahunan apabila tidak ada dukungan emosional dari orang terdekat. Wawancara mendalam dengan 11 mantan caregiver—mayoritas perempuan usia sekitar 60 tahun—menggambarkan pengalaman nyata mereka, yang kemudian dikategorikan ke dalam tujuh tahapan.

Dari temuan di atas penelitian ini membangun Model Pengalaman dan Kebutuhan Pasca-Perawatan, yang menempatkan gaya hidup sehat sebagai poros utama adaptasi. Model ini menegaskan bahwa pasien, keluarga, caregiver, tenaga kesehatan, dan komunitas adalah satu sistem yang saling memengaruhi. Dukungan perlu hadir tidak hanya saat merawat, tetapi juga setelahnya, secara berkelanjutan, untuk mencegah duka berkepanjangan dan memulihkan kualitas hidup mantan caregiver.
Yang bisa kita simpulkan dari penelitian ini, para mantan caregiver terutama keluarga terdekat adalah kisah tentang pengorbanan, kehilangan, dan perjuangan untuk bangkit kembali. Mereka tidak hanya kehilangan orang yang dicintai, tetapi juga peran yang telah menjadi bagian besar dari identitas mereka. Masa transisi ini penuh tantangan—emosional, sosial, bahkan fisik—yang tidak dapat diabaikan.
Penelitian ini menegaskan bahwa perawatan di akhir kehidupan seseorang harus mencakup dukungan bagi caregiver, mulai dari sebelum kematian, saat proses perpisahan, hingga masa setelahnya. Dukungan tersebut bisa berupa pendampingan emosional, supporting group, edukasi kesehatan, hingga kebijakan publik yang mengakui kalau mereka perlu dibantu.
Dengan pendekatan terintegrasi, yang melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas, mantan caregiver dapat menemukan kembali keseimbangan hidup, membangun identitas baru, dan merawat diri mereka sendiri—sebagaimana dulu mereka merawat orang yang mereka cintai. Pada akhirnya, merawat orang yang merawat adalah bentuk kepedulian yang memastikan kemanusiaan hadir di setiap tahap kehidupan, termasuk setelah perpisahan.
Sumber: Silva, S., Martins, M. M., &
Tavares, M. (2025). The Grieving
Process and Reorganization:
Experiences and Needs of
Post-Caregivers After the Death of the
Person Cared For. Psychology
International, 7(3), 70. https://
doi.org/10.3390/psycholint7030070